Postingan

Pagi

Gambar
Pagi By: Bundha Nathan Pagi... Dia tak pernah berjanji Untuk selalu menepati janji Tapi selalu datang menemani  Matahari Apapun keadaan hari Dia kan selalu ada untuk mengawali Segala cerita yang ada Di dunia fana ini Pagi... Akan beranjak pergi  Seiring Matahari meninggi Tapi pagi tak pernah putus asa Esok pasti kembali Dengan semangat yang tetap pasti Setia selalu sampai nanti
*Masih Ada Lain Waktu* Oleh: Yuli Amanathan Bau bungamu tak lagi semerbak Tak sewangi saat mula pertama Sehingga kumbang kian menjauh Mencari madu pada bunga baru Yang masih harum mewangi Tapi walau kau sudah melayu Angin akan selalu setia Untuk datang bertiup Menggoyangkan tangkaimu Agar selalu kuat saat badai datang Jangan takut sudah tak wangi Jangan takut kumbang meninggalkanmu Karena setelah itu Angin dan hujan akan selalu ada Membantu biji barumu tumbuh Dan tumbuh menjadi bunga baru Yang siap mewangi kembali  Lain waktu...

Bila Suatu Saat Nanti

Gambar
Bila Suatu Saat Nanti Oleh: Yuli Amanathan Bila suatu saat nanti Dia yang kau tunggu takkan pernah kembali Jangan biarkan duka menemani Sepanjang engkau menapaki hari Bila suatu saat nanti Dia telah benar-benar pergi Jangan biarkan hati menjadi sepi Merana dan patah hati Karena masih ada esok yang menanti Bila suatu saat nanti Tak tersisa cintanya lagi Biarlah, karena tak ada yang abadi Kuatkan hati, relakan yang tlah pergi Karena suatu saat nanti Kitapun akan sendiri Menghadap Illahi Rabbi

Tentang Hujan

Gambar
TENTANG HUJAN dan DIRIMU Oleh: Yuli Amanathan Hujan .. Kau datang tak kenal  waktu Datang dan pergi sesuka hatimu Hujan .. Kadang datang memberi kesejukan Tapi lebih sering membawai badai kehidupan Tapi itu hujan Yang tak punya rasa dan hati untuk mengerti keadaan Hanya siap kapan turun dan kapan harus berhenti Dia hujan bukan dirimu Seharusnya ada bedanya Karena hujan tak punya nyawa Tak ingin mengerti keadaan apapun Dalam rinainya sekehendak dari perintahNya Tapi hujan Aku belajar darimu untuk mengerti Kapan aku harus berhenti Meninggalkan yang sudah tak sehati lagi

Pupus

Gambar
Pupus Oleh: Yuli Amanathan Bagai ranting kering yang rapuh Patah tertiup angin yang angkuh Hancur berhampuran tak utuh Terserak dan tak bisa terengkuh Itulah hatiku saat ini  Tanpamu yang tiada kabar kunanti Sendiri didera sepi  Dalam keheningan yang tak bertepi Pupus sudah harapanku kini Tanpamu pujaan hati Yang berjanji untuk sehidup semati Menjalani hidup ini yang tiada pasti Janjimu ternyata telah teringkari Tak seperti janjimu diawal saat bersama disini Akan selalu bersama saling menguatkan hati Walau pedih tetap akan kita jalani Apapun yang akan terjadi nanti Akan saling setia membangun pondasi diri Pupus sudah cintamu Hanya kau titipkan janji semu Yang akan kudekap pengganti rindu Saat aku terbayang wajahmu Mengapa engkau begitu kejam padaku Membuat pupus cintaku yang selalu menggebu Ada untukmu  Sampai akhir hidupku

Pulang ke Kotamu

Gambar
Pulang ke Kotamu Oleh Yuli Amanathan Semilir angin berhembus lembut Menggoyangkan pucuk bunga tembakau Seolah menari meliuk lembut tertiup angin Dikaki gunung Sindoro Sumbing Suara air berdesir lirih Di sungai kecil dibawah rimbunnya perdu Seolah musik romansa tentang indahnya alam Dikaki gunung Sindoro Sumbing Dan tiba-tiba  saja hatiku merapuh Ingin kembali pulang ke kotamu Dimana aku merasa tentram dalam dekapmu Jauh darinya yang selalu membuatku pilu Ingin kupulang kesana Melupakan rasa sakit yang membuatku lara Melupakan rasa rindu yang membuatku merana Yang selalu meninggalkan luka tanpa berita Berkali sudah jatuh bangun aku berusaha Namun bayangmu tak pernah lepas dari pelupuk mata Selalu kuat merantai hati yang semakin lara Kaulah akhir dari segala rasa Pulang ke kotamu Untuk menghibur hatiku Berjalan dipematang sawahmu Menikmati sejuknya gemericik air dinginmu Merasakan sentuhan angin menyapu lembut wajahku Untuk berusaha melupakanmu Yang selalu bertahta dalam hatiku Namun...